Senin, 12 November 2012

Robert K. Merton – Model Struktural Fungsional



Biografi
Robert King Merton (biasa disingkat Robert K. Merton) lahir pada tanggal 4 Juli 1910 di pemukiman kumuh di Philadelphia Selatan. Ia berkuliah di universitas Temple kemudian melanjutkan di Universitas Harvard.
Model struktual fungsional
Model struktural fungsional Merton mengkritik apa yang dilihatnya sebagai tiga postulat dasar

Metodologi Kebudayaan George Simmel


A.    George Simmel dan Pengembangan Sosiologi di Jerman
Perkembangan Sosiologi sebagai sebuah disiplin ilmu yang mandiri di Jerman memang dapat dikatakan terlambat jika dibandingkan dengan disiplin ilmu pengetahuan lainnya yaitu sekitar akhir abad ke-19 M. Salah satu alasan keterlambatannya adalah alasan yang bersifat politis yaitu pada waktu itu sosiologi belum diajarkan di universitas-universitas Jerman sampai dengan akhir abad ke-19 M.[1]
Menurut Frisby

Kasus Penyerangan Masjid Ahmadiyah dalam Analisa Sosiologis


oleh : M. Haiqal Arifianto

Di Negara Indonesia keragaman umat beragama menjadi hal yang sudah biasa dengan menganut pada asas demokrasi tentang kebebasan beragama. Bahkan pada masa kepemerintahan yang dipimpin oleh presiden Abdurrahman Wahid atau yang sering akrab disapa Gusdur, agama di Indonesia menjadi sangat plural dengan menambah agama Kong Hu Cu

Senin, 22 Oktober 2012

Islam yang Cocok dengan Karakteristik Masyarakat Indonesia


oleh : M. Haiqal Arifianto


Masyarakat indonesia yang berkarakter majemuk ini menjadi menarik ketika islam yang ada pun juga beragam. Pada proses penyebarannya pun juga terjadi dualisme ajaran, yaitu : falsafi dan suni. Sejarah islam indonesia memiliki keunikan tersendiri karena di samping menjadi faktor pemersatu bangsa juga memberikan nuansa baru dalam keberislaman, yang berbeda dengan karakter dan sifat keberislaman di negara islam lain, terutama di timur tengah. Islam di indonesia ternyata mampu berinteraksi dengan budaya local,seperti bentuk masjid dan tata cara yang mengiringi ritual keagamaan. Maulid adalah

Resume Artikel : Everett Lee “ Teori Migrasi ”

Oleh: M. Haiqal Arifianto

Di tiga perempat abad yang lalu, Ravenstein banyak dikutip dan kadang pula ditentang. Sementara ribuan literatur yang membahas kajian migrasi pada saat itu, namun sedikit sekali generalisasi tambahan yang lebih lanjut. Betul, terdapat kajian mengenai umur dan migrasi, jenis kelamin dan migrasi, ras dan migrasi, jarak dan migrasi, pendidikan dan migrasi, kekuatan buruh dan migrasi, dan sebagainya, namun kebanyakan kajian itu yang menitikberatkan kepada karakteristik para migrant dipahami hanya dengan sedikit rujukan terhadap volume migrasi,

Resume Buku : Masyarakat Petani dan Kebudayaan, ROBERT REDFIELD



Oleh : M. Haiqal Arifianto
BAB I.
Para ahli antropologi menjadi orang yang serba tahu tentang segala-galanya tentang ilmu-ilmu, mempelajari sesuatu tentang ekonomi, kehidupan keluarga dan agama suku-suku bangsa yang di pelajarinya. dari kenyataan ini dan dari kekecilan, konsistensi yang menyenangkan dari komunitas primitif, mengembangkan watak untuk memaparkan segala hal tentang suatu cara hidup. Sementara mereka yang mempelajari masyarakat-masyarakat berbudaya sadar ternyata mempelajari sekelumit dari suatu keseluruhan yang besar, perkampungan miskin kota, kejahatan,  pola pemukiman, pemasaran desa. para ahli antropologi memaparkan

Penelitian Kualitatif Study Kasus “Warung Soto Surabaya”


oleh : M. Haiqal Arifianto
1.      Identifikasi Kasus
Ciri manusia modern salah satunya adalah cenderung dengan gaya hidup konsumtif. Dari gaya hidup yang konsumtif ini pula banyak dari segelintir orang memanfaatkannya untuk membuka usaha. Ini memang tak bisa di pungkiri, seperti yang pernah diungkapkan oleh Talcott Parson bahwa masyarakat adalah kesatuan manusia yang memiliki fungsi untuk yang lainnya. Mengacu dari yang pernah diunkapkan Parson tersebut, wajar saja ketika manusia selalu mencari celah dari yang lainnya untuk menjadi fungsi seperti